49

Bisnis rokok memang tiada habisnya. Apalagi jika dijalankan di Indonesia. Pasalnya, masyarakat kita berhasil menduduki peringkat ke-3 sebagai pengguna rokok terbanyak di dunia.

Pravelensinya mencapai di atas 33%, atau setara dengan 65 juta penduduk di Indonesia. Tentunya, total penduduk tersebut secara aktif menggunakan produk rokok setiap hari, dan belum termasuk anak di bawah umur yang tak dihitung datanya.

Dari sebagian besar merk rokok yang ada di Indonesia, masyarakat kita mengenal dengan sebuah merk bernama Gudang Garam Kretek, yang mana dimiliki oleh Susilo Wonowidjojo.

Bisnisnya tersebut pun kemudian membuatnya menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia, dan berhasil dilirik oleh Forbes untuk dimuat di dalam halamannya.

Bahkan Forbes saja secara terang-terangan menyebutkan bahwa Susilo dan keluarganya memang mendapatkan harta kekayaan tersebut dari pembuatan Krektek publik Gudang Garam, yang mana berhasil memproduksi hingga 96 miliar batang pada 2019, dan semuanya habis laku terjual.

Namun sejarah tersebut terbilang panjang, karena dimulai dari sang Ayah bernama Surya yang memulai karirnya sebagai pekerja di bisnis tembakau milik pamannya. Kemudian pada tahun 1958, Gudang Garam pun berhasil didirikan.

Singkat cerita, selang 25 tahun kemudian sang kakak laki-laki bernama Rachman Halim mengambil alih usaha milik ayahnya tersebut hingga sampai ia meninggal pada tahun 2008.

Dari sana, barulah Susilo Wonowidjojo mulai menjabat sebagai presiden direktur bersama dengan adiknya Juni Setiawati sebagai komisaris utama.

Akan tetapi, sosok yang tak menamatkan bangku SMA ini sudah membantu sang ayah menjalankan perusahaan tersebut di lebih dari 5 dekade.

Bahkan alasan Susilo keluar dari SMA adalah demi membantu sang Ayah untuk bekerja di perusahaan yang baru saja ia bangun.

Jadi tentu saja, kelihaiannya sebagai pebisnis sudah terpatri dengan baik semenjak sang mendiang ayah dan kakaknya masih aktif bekerja.

Beberapa keahlian yang berhasil Susilo raih diantaranya pengadaan bahan baku, mencicipi rasa dari rokok, inventaris, dan manajemen produksi.

Pengalamannya tersebut jugalah yang membuat PT. Gudang Garam meraup untung hingga 60,58 triliun yang dihitung dari awal hingga pertengahan 2021 ini.

Kiriman serupa