penyakit kanker serviks

Banyak kesalah pahaman seputar penyakit kanker serviks yang muncul di masyarakat. Ini membuat banyak orang salah paham melihat penyakit kanker jenis ini. Memang ada sejumlah aspek yang unik dari kanker yang terbentuk di mulut rahim ini. Dan untuk itu kita akan mengurai apa saja fakta yang ada dari penyakit ini.

Kanker Serviks, Salah Satu Penyakit Kanker Yang Paling Banyak Muncul

Kanker serviks adalah jenis kanker kedua yang paling banyak terdiagnosa di Indonesia. Sementara kanker nomor satu adalah kanker payudara. Dan nomor tiga diduduki oleh kanker paru paru.

Menurut laporan pada tahun 2020, jumlah total kasus kanker serviks mencapai angka 36. 633 orang atau sekitar 9,2 persen dari seluruh temuan kasus kanker di Indonesia tahun tersebut sekitar 396.914 orang.

Bagaimana Kanker Serviks Terjadi

Dibandingkan jenis penyakit kanker lain, kanker serviks memiliki proses pembentukan yang sedikit berbeda. Ini karena lebih dari 90% kasus kanker serviks dapat dikaitkan dengan infeksi karena HPV atau Human Papilloma Virus.

Sebenarnya HPV adalah virus yang lazim berdiam di area serviks, namun beberapa di antara virus ini dapat memicu infeksi serius dengan membentuk kumpulan kista kecil yang bertumpuk dan meradang. Dalam tempo tertentu, sejumlah kista ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang kompleks dan akhirnya berkembang menjadi kanker.

penyakit kanker serviks 2

Apakah Penyakit Kanker Serviks Menular dan Adakah Teknik Pencegahannya?

Meski virus yang menjadi pemicu kanker serviks memang dapat menular dari satu orang ke orang lain, namun penyakit kanker serviks sendiri tetap bukan penyakit menular. Meski demikian, perlu tetap ada upaya untuk mencegah penularan HPV.

Adapun cara paling efektif untuk mencegah penularan HPV adalah dengan suntikan vaksin HPV. Selain itu aktivitas seks bebas yang berganti ganti pasangan juga akan meningkatkan resiko penularan. Terakhir, selalu pastikan menjaga kebersihan area intim untuk mencegah terjadinya pertumbuhan bakteri, virus atau jamur yang tidak diinginkan.

Cara yang juga penting Anda lakukan adalah pemeriksaan rutin. Ini bisa Anda lakukan dengan pengecekan papsmear dan IVA. Pengecekan ini akan melihat adanya potensi infeksi dari sampel cairan dari daerah serviks.

Kenali Gejala Penyakit Kanker Serviks

Adapun gejala dari penyakit kanker serviks adalah munculnya rasa nyeri yang berpangkal pada area serviks atau area dalam liang vagina. Rasa nyeri semakin kuat saat aktivitas seks dilakukan. Kadang disertai munculnya perdarahan dan nyeri panggul.

Dalam kondisi lebih lanjut, pasien mengeluhkan keluarnya cairan vagina dengan aroma yang lebih busuk, mengandung darah, menguning namun juga terasa sangat cair.

Berapa Lama Waktu Kanker Serviks Berkembang?

Sebelum sel berkembang menjadi kanker, sel akan mengalami perubahan yang sifatnya sebagai awal awal atau tanda awal rusaknya DNA sel. Ini disebut sebagai sel pra kanker. Akan sangat beruntung bila kondisi dapat terdiagnosa awal, sehingga tindakan dapat dilakukan sebelum sel berkembang menjadi kanker.

Namun untuk kanker serviks perlu waktu sekitar 20 tahun dari pra kanker menjadi kanker. Sementara kebanyakan kasus kanker serviks terdiagnosa pada usia memasuki menopause, sekitar 50-65 tahun. Artinya akan lebih baik sebelum usia 40 tahun wanita sudah melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak adanya sel pra kanker pada area serviks mereka.

Yang perlu menjadi catatan, tingginya tingkat kematian dari kanker serviks sebenarnya karena kanker ini kerap kali terdiagnosa pada stadium akhir. Hingga pasien tidak punya banyak waktu dan pilihan untuk mengatasi kanker dengan tuntas. Dengan pemeriksaan awal, maka terapi akan bekerja lebih efektif pada pasien.

Itulah gambaran mengenai sejumlah fakta seputar penyakit kanker serviks. Hati hati dalam memilih sumber informasi mengenai kesehatan. Ada banyak informasi di masyarakat yang kadang tidak tepat dan menyesatkan.

Kiriman serupa